Jakarta – Prabowo Subianto selaku Presiden RI tengah menargetkan pembangunan sekolah rakyat sebanyak 200 unit yang ditujukan khusus untuk siswa kurang mampu sepanjang tahun 2025. Nantinya, sekolah rakyat ini dibangun dengan memakai konsep asrama dan tersedia untuk tingkat pendidikan SD, SMP dan juga SMA.
“Kami juga sudah putuskan untuk membangun tahun ini kita harap saudara-saudara akan mulai dibangun 200 sekolah rakyat berasrama untuk SD SMP SMA berasrama dan ini sekolah berasrama ini diperuntukkan untuk kaum yang kurang mampu khususnya,” jelas Prabowo
Target Pembangunan Sekolah Rakyat di Indonesia
Setiap unit sekolah rakyat ditargetkan untuk memiliki kurang lebih 1.000 siswa didik. Kabar baiknya, dalam jangka waktu tiga bulan kedepan, dipastikan akan ada 53 unit sekolah rakyat yang akan segera diresmikan.
“1 sekolah akan terdiri kita harapkan 1.000 murid. Mungkin tahun tahun pertama akan belum sampai 1.000. Rakyat minta hasil yang cepat saudara-saudara, ini sangat penting dan yang akan segera kita resmikan 53 dan segera mungkin 3 bulan ini bisa kita resmikan 53 sekolah,” ujar Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Kedepannya, Presiden Prabowo mengharapkan akan ada 200 unit sekolah yang bisa dibangun setiap tahunnya. Oleh karena itu, ia menargetkan bahwa Indonesia akan segera memiliki paling tidak 1 sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas asrama di setiap kabupaten dalam jangka waktu 5 tahun kedepan.
“Itu harus di tempat-tempat di mana terdapat kantong-kantong kemiskinan. Kita ingin memutus rantai kemiskinan, kita ingin menghilangkan kemiskinan dalam waktu secepat-cepatnya dan ini saya yakin bisa kita kerjakan,” tutur Presiden Prabowo.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Muhammadiyah Bangun 6 Gedung di Samarinda
200 Titik Tersedia Untuk Pembangunan Sekolah di Tahun 2025
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul selaku Menteri Sosial menyebutkan bahwa sampai pada saat ini telah tersedia 200 titik yang siap mendukung upaya pengadaan sekolah tersebut. Saifullah Yusuf juga menyebutkan bahwa setiap kepala daerah sudah memberikan usulan titik – titik yang cocok dijadikan lokasi sekolah.
“Sekolah rakyat kami mau melaporkan ke presiden tentang perencanaan kami. Pertama sudah ada 200 lebih titik yang siap mendukung penyelenggaraan sekolah rakyat, disamping aset-aset Kemensos. Yang kedua, juga usulan dari gubernur, bupati, wali kota,” kata Gus Ipul dalam kapasitasnya sebagai Menteri Sosial.
