Jakarta – Presiden Prabowo baru saja meresmikan kebijakan tunjangan guru direct transfer ke rekening masing – masing guru. Dengan disahkannya kebijakan ini, tunjangan yang akan diberikan kepada guru aparatur sipil negara (ASN) dari masing – masing daerah akan dikirimkan langsung ke rekening pribadi guru tersebut tanpa harus ditransfer terlebih dahulu ke pihak Pemda (Pemerintah Daerah).
Kebijakan Tunjangan Guru Direct Transfer
Kebijakan dari Presiden Prabowo tersebut disampaikan oleh Yusuf Permana selaku Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden. Yusuf Permana menyatakan upaya tunjangan guru direct transfer untuk ASN di setiap daerah merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah melakukan percepatan prioritas pembangunan dan pencapaian program bidang pendidikan.
“Hari ini, Kamis, 13 Maret 2025 direncanakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan mengumumkan penyaluran tunjangan guru ASN daerah ke rekening guru,” kata Yusuf Permana dalam kapasitasnya sebagai Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden.
Baca juga: Lakukan Evaluasi, Pemprov Kaltim Pastikan Insentif Guru Akan Meningkat
Penerapan Aturan Tunjangan Guru Direct Transfer
Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sebelumnya mengungkapkan tunjangan guru tidak lagi dikirim lewat rekening Pemda (Pemerintah Daerah). Abdul Mu’ti menyatakan tunjangan guru direct transfer akan menjadi kebijakan terbaru yang mengesahkan landasan hukum pengiriman dana tunjangan guru langsung ke rekening pribadinya.
“Kami membahas tentang akan ada transfer langsung tunjangan guru yang selama ini melalui rekening pemerintah daerah nanti akan ditransfer langsung ke rekening guru tanpa ke pemerintah daerah, nanti langsung dari Kemenkeu,” ucap Abdul Mu’ti dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Perihal penerapan kebijakan perubahan mekanisme tersebut, Abdul Mu’ti menyatakan mekanisme transfer langsung sudah berada dalam tahapan pengumpulan rekening dari para guru supaya ketika dana tunjangan sudah siap, kebijakan pemberian tunjangan guru direct transfer sudah bisa langsung dilakukan.
“Transfer langsung di bulan Maret ini merupakan hadiah untuk para guru agar dapat merayakan Idul Fitri dengan gembira dan agar mereka agar lebih secara sejahtera secara dan kemudian bekerja lebih baik dalam menunaikan tugas mencerdaskan bangsa,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Sampai saat ini diketahui sudah ada 1.476.964 guru ASN dan 392.802 guru non ASN yang sudah didaftarkan pada sistem. Data tersebut nantinya akan diberikan oeh Pemerintah Daerah (Pemda) kepada pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk diverifikasi. Setelah data selesai diverifikasi, pemberian tunjangan guru direct transfer pun dapat dilaksanakan.
Menyikapi penindaklanjutan dari perintah Presiden Prabowo, Abdul Mu’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak – pihak terkait yang telah berhasil melaksanakan kebijakan tunjangan guru direct transfer tersebut.
“Izinkan bapak Presiden menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada 3 kabupaten yang paling cepat melengkapi semua verifikasi data yaitu, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Temanggung, dan kampung halaman saya Kabupaten Kudus,” ujar Abdul Mu’ti sebagaimana dilansir dari Kompas.
