Jakarta – Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyatakan sudah ada 2 kota di Indonesia yang berhasil menjalankan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Percepatan Proses Aktivasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Dilansir dari Kompas, pihak Pemerintah Pusat sebelumnya telah menetapkan 12 kota dari berbagai daerah di Indonesia yang direncanakan akan segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). 12 kota yang dimaksud adalah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Bandung, Surakarta, Semarang, Manado, Palembang, Surabaya, Makassar hingga Denpasar.
Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan 12 kota yang sudah dipilih akan berfokus kepada usaha pengelolaan sampah yang kemudian dapat dikonversi menjadi energi output daya listrik.
Hal tersebut sudah diatur pada Perpres (Peraturan Presiden) No. 35 Tahun 2018 yang mengatur tentang Percepatan Pembangunan Installasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
“Nah kita tahu belum semuanya berjalan, bahkan bisa dikatakan baru dua kota, Surabaya di Benowo itu, dan di Solo, Surakarta. Tempat lain masih ada tantangan di sana-sini,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Untuk memaksimalkan upaya pembangunan dan aktivasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), Agus Harimurti Yudhoyono akan segera menugaskan Satuan Tugas (Satgas) khusus Percepatan Penanganan dan Pengelolaan Sampah Nasional.
Untuk pembentukan Satgas khusus Percepatan Penanganan dan Pengelolaan Sampah Nasional sendiri merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo dalam kesempatan Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan kemarin.
“Di sinilah kita ingin mengevaluasi mana saja yang perlu dicarikan solusinya,” ungkap Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
Baca juga: Pemkot Siapkan 10 Unit Insinerator Sampah Untuk Tangani Masalah Sampah
Memahami Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah merupakan teknologi canggih yang akan mengubah input sampah menjadi output energi listrik. Perubahan energi tersebut didapatkan dari perubahan proses termal berupa pembakaran sampah untuk memanaskan air yang menghasilkan uap penggerak turbin pembangkit listrik.
Langkah – Langkah Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Sampah:
– Pembakaran Sampah
Sampah yang telah dikumpulkan akan dibakar di dalam furnace atau tungku pembakaran khusus dengan suhu tinggi sekitar 850 derajat Celcius.
– Proses Termal
Sampah diolah melalui proses termal demi menghasilkan energi panas yang dibutuhkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.
– Pemanfaatan Energi Panas
Uap termal yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah kemudian digunakan untuk meningkatkan suhu air dalam media boiler hingga menghasilkan uap yang dibutuhkan.
– Penggerak Turbin dan Generator
Uap panas yang terkumpul akan menggerakkan turbin dan memutar mesin generator. Alhasil daya listrik pun tercipta.
– Sistem Pengolahan Gas Buang
Setiap unit Pembangkit Listrik Tenaga Sampah akan dilengkapi dengan sistem pengelolaan gas buang demi memastikan bahwa emisi yang dikeluarkan sudah dalam tingkat aman untuk lingkungan dan ekosistem di sekitarnya.
– Pemanfaatan Abu Residu Pembakaran Sampah
Abu hasil pembakaran sampah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembuatan batako dan bahan – bahan bangunan.
