HomeBisnisPenting Untuk Dijaga, Inilah 5 Pilar Ekonomi Biru di Kaltim

Penting Untuk Dijaga, Inilah 5 Pilar Ekonomi Biru di Kaltim

Samarinda – Saat ini, ekonomi biru masih belum terkenal luas di Kalimantan Timur. Padahal, ekonomi biru dapat menjadi pilar ekonomi sekaligus memperkuat upaya pembangunan yang keberlanjutan. Irhan Hukmaidy selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim menyebutkan bahwa seluruh aktivitas ekonomi hijau selalu berhubungan erat dengan kelautan.

“Keduanya itu beriringan, satu-kesatuan,” ungkap Irhan Hukmaidy dalam kapasitasnya sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim.

Pilar Ekonomi Biru Mampu Perkuat Kalimantan Timur

Sampai saat ini ekonomi hijau dipandang hanya berhubungan dengan pembukaan dan pemulihan lahan hutan, pupuk ramah lingkungan hingga pemakaian energi yang terbarukan. Kenyataannya, sebagai bagian dari pilar ekonomi Kaltim, seluruh aktivitas ekonomi hijau berdampak secara langsung ke lautan.

Contohnya, air hujan tidak memiliki ruang resapan karena pembukaan lahan hutan dan langsung meluncur ke laut dengan membawa residu berupa sedimen hingga kandungan racun ke dalam air tersebut. Ekonomi hijau dan ekonomi biru mempunyai logika yang berbeda namun keduanya harus berjalan beriringan demi membentuk pilar ekonomi yang kuat.

“Berbeda dengan ekonomi biru, murni bicara menjaga,” kata Irhan Hukmaidy dalam kapasitasnya sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim.

Baca juga: Utamakan Pertumbuhan Ekonomi Kaltim, Pemprov Prioritaskan KTT

5 Pilar Ekonomi Biru di Provinsi Kalimantan Timur

  1. Memperluas area konservasi
    Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dn Perikanan No. 87 Tahun 2016, saat ini perairan di sekitar kawasan Kepulauan Derawan dan pulau – pulau di sekitarnya sudah ditetapkan untuk menjadi area konservasi.
  2. Penangkapan ikan berbasis kuota
    Perlu adanya aturan dimana hasil laut dapat dieksploitasi tanpa harus merusak keseimbangan ekosistem.
  3. Pengembangan kampung budidaya
    Kampung budidaya dapat difungsikan sebagai penopang hilirisasi sektor perikanan. Contoh kampung budidaya yang berjalan saat ini adalah Pulau Maratua dimana warganya mendapatkan pelatihan pemeliharaan kerapu hingga bisa dijual, sementara di kecamatan Loa Kulu, para warga dilatih membudidayakan ikan nila.
  4. Pengawasan sumber daya kelautan
    Perlu ada penegasan yang dapat memberikan efek jera atau pengenaan hukuman pidana bagi para pelaku yang melakukan aktivitas ilegal dan merusak laut.
  5. Pelaksanaan gerakan bersih pesisir dan pantai
    Kawasan pesisir dan pantai sudah seharusnya bersih dari berbagai sampah, terutama sampah plastik dan anorganik yang memakan waktu sangat lama untuk bisa terurai.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular