Kalimantan Timur – Aktivitas penyaluran kredit di provinsi Kalimantan Timur baru – baru ini berhasil menghasilkan tren positif. Sektor pertanian dinilai menjadi salah satu motor penggerak utama setelah berhasil meraih laju pertumbuhan yang cukup signifikan di tengah – tengah tren perlambatan di sektor industri dan juga pertambangan.
Sawit Menjadi Penopang Utama Sektor Pertanian
Bank Indonesia provinsi Kalimantan Timur menjabarkan bahwa aktivitas kredit pada sektor pertanian mengalami kenaikan sebesar 2,81% year- on – year. Hal ini sangat berbalik dengan aktivitas kontraksi 3,08% year – on – year pada triwulan sebelumnya.
Budi Widihartanto selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Kalimantan Timur (KPw BI) menyatakan bahwa lonjakan kenaikan aktivitas kredit tersebut berakar dari semakin menguatnya aktivitas produksi kelapa sawit yang saat ini tengah memasuki masa panen raya.
“Sektor pertanian, khususnya kelapa sawit, menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di Kaltim,” ungkap Budi Widihartanto dalam kapasitasnya sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Kalimantan Timur (KPw BI).
Baca juga: Terapkan Pertanian Urban, Warga Sengkotek Raih Rezeki dari Berkebun
Sektor Tambang dan Industri Mengekor Sektor Pertanian
Setelah sektor pertanian berada di urutan pertama, selanjutnya sektor tambang dan juga sektor industri menjadi penyumbang utama dari aktivitas kredit di provinsi Kalimantan Timur. Masing – masing sektor tambang dan juga industri berhasil mengalami kontraksi peningkatan sebesar 9,36% dan 3,50%.
Adapun faktor menurunnya aktivitas kredit pada sektor tambang dan sektor industri diperkirakan karena adanya aktivitas penurunan pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) pada kedua sektor tersebut.
Meski mengalami penurunan, sektor pertambangan masih meraih pangsa kredit yang cukup signifikan, yaitu sebesar 21,53% dari seluruh total penyaluran kredit yang ada di Benua Etam.
“Sektor pertambangan dan industri masih menjadi penyumbang utama kredit di Kaltim, namun pertumbuhannya melambat. Sektor pertambangan dan industri pengolahan juga menunjukkan NPL yang rendah, masing-masing 0,42 persen dan 0,14,” kata Budi Widihartanto dalam kapasitasnya sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Kalimantan Timur (KPw BI).
